extrafoodingmarkel@gmail.com
Jumlah = pcs
Keranjang

Sistem Pencernaan Burung

Sunday, October 12th 2014.

Sebelum membahas tentang pakan burung peliharaan yang baik. Sebaiknya kita mengetahui mengetahui terlebih dahulu sistem pencernaan pada burung.

Dimulai dari paruh. Burung tidak memiliki gigi yang berfungi sebagai penghancur makanannya. Oleh sebab itu bentuk paruh burung tergantung dari jenis makanannya. Untuk burung pemakan biji-bijian bentuknya berbeda dengan burung pemakan serangga.

Pada burung pemakan biji-bijian paruh berfungsi sebagai penghancur bijian sebelum dimakan. Sebagai contoh burung kenari dan burung paruh bengkok (parkit, lovebird). Bijian akan di hancurkan terlebih dahulu dengan paruhnya sebelum di makan. Akan tetapi tidak seperti pada burung merpati, tekukur atau perkutut. Paruh berfungsi sebagai pendeteksi seberapa besar biji-bijian yang akan di makan. Jika dirasa kecil dan bisa di telan makan bijian tersebut akan langsung di makan sebaliknya jika di rasakan terlalu besar makan ia tidak akan memakannya.

Pada burung pemakan serangga, paruh berfungsi sebagai penjapit dan pembunuh serangga sebelum di makan. Selain itu paruh juga berperan sebagai sensor, apakah serangga yang di makan besar atau kecil. Jika di rasa masih terlalu besar, burung akan mematuk serangga hingga di rasa ukurannya cukup. Ada hal yang menarik pada burung peliharaan dalam memakan jangkrik, si burung pasti akan mengarahkan kepala jangkrik terlebih dahulu.

gambar di ambi dari http://berbagiinformasiburungunggas.blogspot.com

Dalam rongga mulut burung tidak terdapat lidah sebagai pengecap rasa. Jadi burung akan mengenali makanannya hanya berdasarkan aromanya saja. Di dalam rongga tersebut makanan di campur dengan air liur atau enzim amilase. Setelah itu makanan di teruskan ke kerongkongan melalui tenggorokan. Kerongkongan burung mengalami pelebaran yang berfungsi sebagai penyimpan sementara makanan yang di makan, bagian ini biasa kita sebut dengan tembolok. Di dalam tembolok bahan makanan selain di campur dengan enzim, asam dan air. Itu sebabnya, burung peliharaan kita setelah makan voer biasanya langsung minum. Tujuan pencampuran bahan makanan dengan enzim dan asam yang bertujuan untuk melunakkan bahan makanan sebelum di hancurkan dalam empedal.

Empedal atau biasa kita sebut dengan ampela adalah organ yang berfungsi sebagai penghancur bahan makanan secara mekanis. Prinsip kerjanya adalah meremas dan menggiling. Sejatinya fungsi empedal tersebut di bantu oleh grit (batuan kecil) yang membantu proses penghancuran makanan. Untuk beberapa merk vur yang baik biasanya di berikan butiran-butiran kerikil/pasir halus kedalamnya. Semakin kecil dan halus bahan makanan yang di giling dalam empedal semakin besar pula penyerapan yang di lakukan oleh usus halus. Jika makanan yang di makan sulit untuk di hancurkan, maka kerja organ ini semakin berat.

Dari ampela bahan makanan yang sudah halus di teruskan ke usus halus dan usus besar. Dalam usus halus bahan makanan di serap dengan bantuan kelenjar penceranaan. Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Dari usus tersebut bahan makanan sisa / ampas di teruskan ke kloaka.

Untuk diperhatikan pada burung pemakan serangga. Serangga hidup sangat sulit di hancurkan. Untuk itu burung akan memproduksi lebih banyak memproduksi enzim amilase dan asam lambung untuk menghancurkannya. Pada beberapa serangga mempunyai kulit yang sangat sukar di hancurkan. Sehingga kerja organ ampedal/ampela menjadi lebih berat, apalagi burung peliharaan anda tidak di berikan grit tambahan.

Semoga bermanfaat.

Sumber referensi

http://berbagiinformasiburungunggas.blogspot.com/p/sistem-pencernaan-burung.html

http://biologigonz.blogspot.com/2010/06/aves.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi_burung

new
Rp 79.000
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
new
Rp 22.000
Rp (Hubungi CS)
new
Rp 113.000
Efficient stats
site meter statistics