extrafoodingmarkel@gmail.com
Jumlah = pcs
Keranjang

Alasan Mengapa Menggunakan Extra Fooding MARKEL

Wednesday, August 20th 2014.

Alasan Mengapa Menggunakan Extra Fooding MARKEL

Burung yang sering kita pelihara biasanya berasal dari ternakan/breeding dan dari tangkapan liar di alam. Akan lebih mudah jika kita membeli burung dari peternak, karena selain bisa mengetahui asal-usul indukannya kita juga tidak direpotkan dengan melatih dengan makan pur. Sementara jika kita beli burung hasil tangkapan dari alam liar (ini lah yang paling banyak dilakukan para penghobi burung), awalnya kita harus melatih makan pur dulu, setelah itu membiasakan dengan lingkungan manusia setelah itu baru kita bisa menikmati kicaunya.
Dari tulisan di atas, saya simpulkan bahwa kita termasuk saya jika membeli burung bahan maka terlebih dahulu harus membuat dan mengkondisikan burung peliharaan sesuai dengan lingkungan, keadaan, dan kondisi kita sebagai tuannya. Untuk makanan, terutama makanan tambahan atau extra fooding (bahasa kerennya…. boleh dpt impor sebab) yang umum kita memberikan kroto, jangkrik, ulet hongkong, ulet kandang, dll…. Makanan tersebut biasanya kita berikan dalam kondisi segar atau hidup (biar lebih alami). Nah saya hampir pastikan setiap kicau mania selain piara burung biasanya juga memelihara jangkrik atau ulet hongkong baik sedikit atau banyak.

 

Kesulitan Menggunakan Makanan Tambahan Hidup

Wah, saya sudah kebanyakan nulis kayaknya. Daripada panjang lebar saya nulis, yang baca keburu bosen. Saya sampaikan saja kesulitan kalo kita menyediakan jangkrik dan ulat hidup sebagai extra fooding momongan kita.
  1. Menyediakan tempat/wadah khusus untuk menyimpan. Di letakkan di tempat yang sulit di jangkau predator jangkrik dan ulat (biasanya semut, cicak, tikus)
  2. Memberikan makanan ke jangkrik dan ulat supaya tetap hidup. Jika kita salah memberi makanan atau kehabisan makananannya bisa-bisa si jangkrik dan ulat akan mati
  3. Nah jika sudah mati biasanya bau dan dirubung semut walaupun yang mati tidak semuanya. Biasanya saya ga pikir panjang, buang dan  beli lagi yang baru.
  4. Jangkrik dan ulat hidup rawan terjangkit penyakit bisa virus, bakteri atau jamur (pokoknya yang bikin serangga sakit ….). Pernah saya mengalami momongan saya sakit setelah di kasih jangkrik yang baru saya beli di kios burung. Ternyata si jangkrik sudah membawa penyakit, karena tidak lama jangkrik tersebut  mati serentak.
  5. Stok ga bisa di perkirakan. Kadang di kios terdekat ada, namun tidak jarang juga stok menipis. Nah jika sudah seperti itu keaadannya menjadi serba salah, beli banyak nanti takut mati dan bau beli sedikit ga cukup.
  6. Kadar nutrisinya telah teruji di laboratorium Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan.
Hasil Uji Kadar Nutrisi
 
Jangkrik
Protein kasar : 53,38%
Lemak kasar : 27,12%
Serat kasar :  13,4%
Air :  1,11%
Abu : 5,7%
 
Ulat Hongkong
Protein kasar : 45,27%
Lemak kasar : 30,71%
Serat kasar :  16,14%
Air :  0,33%
Abu : 4,71%
 
Ulat Jerman
 Protein kasar : 47,44%
Lemak kasar : 21,84%
Serat kasar :  16,97%
Air :  0,3%
Abu : 5%
 
 Laporan hasil pengujian No. LHP/827/12/2013
 
KEMENTRIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDRAL PETERNAKAN dan KESEHATAN HEWAN
BALAI PENGUJIAN MUTU dan SERTIFIKASI PAKAN
Kesimpulan Hasil pengujian diatas adalah
  • Kadar Protein tetap tinggi walaupun kondisi sudah matang dan kering sempurna. Ini terbukti bahwa dengan penambahan Minyak kedelai dan minyak ikan bisa menambah kadar proteinnya
  • Minyak kedelai dan minyak ikan juga berdampak pada kadar lemak kasar. Dengan kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6 membuat hewan peliharaan lebih sehat dan tahan dari sumber penyakit
  • Kadar air yang kurang dari 2% membuat produk ini tahan lama. Simpan produk ini di tempat tertutup, dalam suhu ruangan dan udara tidak lembab.
Hitung-hitungan Ekonomi

Saya coba bandingkan hitungan harga jika di bandingkan dengan serangga hidup. Di sini saya mengambil contoh jangkrik, karena paling banyak di gunakan. Untuk harga pasaran di Jakarta.

Jika kita membeli jangkrik di kios burung seharga Rp. 2000,- kita mendapatkan sebanyak 40 sampai 50 ekor tergantung tempatnya. Artinya harga per ekornya adalah Rp. 40,- sampai Rp. 50,- per ekor.

Harga Jangkrik kering produksi kami Rp. 19.000,- per 50 gram. Per gram jangkrik kering berjumlah antara 8 – 13 ekor jangkrik.

Jangkrik kering per 1gr. Coba hitung jumlahnya !

 

Dengan berat 50 gram per kemasan maka isi nya berkisar antara 400 hingga 500 ekor. Jadi harga per ekor jangkrik kering berkisar antara Rp. 38,- hingga Rp. 48,- Masih lebih murah kan.


Keunggulan Produk Extra Fooding MARKEL
Dengan memakai produk serangga kering MARKEL kita mendapatkan nilai tambah, yaitu :
  1. Lebih Mudah di cerna. Silahkan baca tulisan saya tentang sistem pencernaan pada burung.
  2. Tidak perlu lagi repot memelihara jangkrik dan ulat hidup, awet tahan lama (bisa bertahan selama 1 tahun). Cara penyimpanannya
  3. Bebas dari bau tidak sedap yang disebabkan oleh bangkai jangkrik dan ulat yang sudah mati.
  4. Serangga kering lebih higienis, karena sudah mengalami proses pemanasan dengan suhu yang tinggi. Sehingga kemungkinan kuman penyakit yang dibawa pada saat jangkrik dan ulet masih hidup bisa mati karena proses pemanasan.
  5. Ga perlu takut keabisan stok, bisa diperkirakan sesuai dengan kebutuhan.
  6. Kadar Nutrisi terbukti tetap tinggi dan diperkaya dengan multivitamin
  7. Lebih praktis
Nah, jadi kenapa anda tidak segera beralih ke makanan tambahan kering. Silahkan di order ya bos, buktikan apa yang sudah sampaikan tadi. Untuk saat ini memang belum lazim kita memberikan jangkrik dan ulat kering, tapi coba di lihat. Makanan ternak sekarang sudah beralih ke makanan kering / dried food, seperti kelinci, kucing, hamster dan lainnya.
 Semoga bermanfaat ya bos. Jika ada saran bahkan kritik saya siap, menerima dengan kelapangan hati. Terima kasih.

 

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
limited
Rp 179.000
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
new
Rp 113.000
Efficient stats
site meter statistics